Overbought dan Oversold

Overbought dan Oversold

Akhir-akhir ini saya sering menggunakan istilah Overbought dan Oversold, karena di sini biasanya saya memutuskan apakah tren akan berbalik atau selesai. Tetapi di waktu yang sama, ada cukup banyak orang yang bertanya ke saya apa itu overbought dan oversold, dan ke arah mana mereka harus incar ketika ada overbought dan oversold.

Untuk postingan hari ini saya akan berbicara tentang kedua istilah ini – Overbought dan Oversold. Saya pikir ini cukup to the point, sekali Anda tahu, Anda tidak akan bisa salah. Sekarang mari kita mulai.

Overbought dan oversold dipakai secara luas di banyak indicator dan oscillator, terutama indicator momentum seperti RSI, dan Stochastic Oscillator.

Overbought & Oversold

Baik, kedua istilah ini sebenarnya menggambarkan arti istilah itu sendiri. Overbought adalah situasi di mana harga naik secara drastis dengan konsisten dan dengan tidak banyak kemunduran dalam jangka waktu tertentu. Silakan lihat chart di atas, chart candlestick akan mirip dengan chart di atas ketika overbought terjadi.

Ini tentu adalah stiuasi overbought di mana harga tiba-tiba meroket di dalam jangka waktu sebentar. Normalnya ketika market berperilaku secara intens seperti ini, kemunduran yang kuat akan mungkin terjadi.

Di waktu yang sama ketika kita melihat RSI, jelas bahwa bacaannya adalah di atas 80, artinya market tidak di dalam situasi overbought dan kita harus berhati-hati akan kejatuhan yang mendadak.

Dalam situasi overbought, saya sarankan Anda untuk berhenti melakukan apa yang Anda lakukan jika Anda adalah pemula, artinya jangan mencari tempat di mana Anda bisa order HIGH atau LOW karena market tidak stabil ketika overbought maupun oversold.

Tetapi jika Anda percaya diri, silakan cari peluang di mana Anda bisa mengincar LOW, mungkin ketika harga mulai jatuh?

Sekarang, mari kita lihat oversold.

Kebalikan dengan overbought, oversold terjadi ketika harga jatuh secara konsisten tanpa banyak kemunduran. Chart di atas menunjukkan bagaimana situasi oversold terlihat di chart candlestick.

Lagi, kita bisa lihat RSI di mana bacaan jatuh di bawah level 20 ketika harga jatuh ke level tertentu. Sekali lagi ini mengkonfirmasi oversold terjadi dan trader akan mengambil keputusan tergantung pengalaman mereka, apakah akan maju atau tidak.

Untuk Anda yang ingin trading di situasi oversold, sebenarnya ini sama dengan overbought, di mana kita mengincar arah yang berlawanan setelah harga jatuh secara konsisten, ada kemungkinan besar bahwa harga akan melambung naik kembali. Jadi dalam situasi oversold, Anda mungkin harus mempertimbangkan mengambil HIGH.

Saya bisa menyimpulkan beberapa poin penting untuk konsep overbought dan oversold.

1.Overbought artinya harga bergerak ke atas, oversold ke bawah.
2.Ketika harga mencapai level ekstrim, pembalikan mungkin terjadi.
3.RSI bisa dipakai untuk mengkonfirmasi pembalikan.

Jika Anda yakin bisa trading di overbought dan oversold, maju! Kalau tidak, coba dan amati perilaku market lebih lagi dan lihat bagaimana perilaku di kedua situasi!

Jika ada pertanyaan, silakan tinggalkan di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *