Indikator Aroon – Indikator Favorit Baru Saya

Indikator Aroon dikembangkan pada tahun 1995, indikator ini termasuk indikator yang sangat baru dibandingkan dengan indikator populer seperti Moving Average dan MACD, meskipun begitu popularitas indikator ini meningkat karena keakuratan dalam identifikasi tren yang akan datang serta kekuatan dan kelemahannya. Lanjutkan membaca untuk menemukan bagaimana cara trading dengan menggunakan indikator Aroon.

Indikator Aroon termasuk dalam keluarga indikator momentum, meskipun indikator momentum biasanya hanya fokus untuk mendeteksi kekuatan relatif tren saat itu. Di sisi lain, indikator Aroon menawarkan dua sinyal, pembalikan market dan tren momentum. Oleh karena itu, sebagai trader, mampu menggunakan satu indikator untuk mendapatkan banyak informasi dari market adalah keuntungan besar dan itu pasti akan lebih memudahkan Anda mendapatkan profit.

Komponen Utama dari Indikator Aroon

Teknik indikator Aroon mempercayai bahwa selama tren bullish yang kuat, ia akan cenderung mencapai posisi High baru, dan dalam tren bearish yang kuat kemungkinan akan tercapai posisi Low baru. Pada dasarnya, Aroon akan memberikan Anda kunci pemahaman ketika pasar sedang membentuk posisi High baru atau Low baru ini.

Indikator Aroon terdiri dari dua garis yang naik turun antara 0 dan 100, yaitu Aroon naik dan Aroon turun:

  • Aroon Up. Mengukur kekuatan tren bullish.
  • Aroon Down.  Mengukur kekuatan tren bearish.

Bagaimana cara Trading dengan Indikator Aroon

Pengaturan

  • Indikator Aroon: Pengaturan dasar
  • Timeframe Candlestick: 5 menit;
  • Waktu trading: 10 menit

Waktu Untuk mengambil posisi

Salah satu cara termudah untuk trading dalam Indikator Aroon adalah melihat hubungan antara dua garis di indikator. Ketika Aroon UP di atas dan Aroon Down di bawah, kondisi ini mengindikasikan momentum naik sedang kuat. Sebaliknya, ketika Aroon Down di atas dan Aroon Up di bawah, kondisi ini mengindikasikan momentum turun sedang kuat. Berikut adalah hal yang bisa Anda lakukan:

 Waktu untuk Ambil HIGH

  • Jika Aroon UP (Merah) dekat ke 100;
  • Aroon DOWN berpotongan dengan Aroon UP dari bawah;
  • Ambil HIGH

Waktu untuk Ambil LOW

  • Jika Aroon DOWN (Biru) dekat ke 0;
  • Aroon UP berpotongan dengan Aroon DOWN dari bawah;
  • Ambil LOW

Saya  menggunakan strategi ini untuk trading dengan waktu trading 10 menit pagi ini dan melihat hasil yang menjanjikan di mana saya menghasilkan profit $80. Cek video berikut untuk melihat bagaimana saya menaruh posisi dengan Indikator Aroon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *